FatimaMartinez – Website Berita Sepak Bola Semua Liga

Skuad Sementara Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Skuad Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Meksiko secara resmi sudah beberkan 28 nama pemain yang akan menjadi calon pemain untuk menuju ajang Piala Dunia 2018 di Rusia.

Tim nasional Meksiko lewat pelatihnya, Juan Carlos Osorio pada akhirnya resmi menulis 28 nama pemain yang akan

menjadi calon pemain yang akan dibawa olehnya menuju putaran final Piala Dunia 2018 nanti.
Seperti yang sudah dilansir laman resmi federasi sepakbola Meksiko (FMF), lewat 28 nama pemain yang dipanggil

dapat dibilang hampir tidak ada kejutan.
Deretan nama pemain flamboyan yang Meksiko miliki semuanya dibawa. Mulai dari Guillermo Ochoa, Hector Moreno,

Andres Guardado, Carlos Vela, dan tentunya Javier “Chicharito” Hernandez.
Tak terkecuali kapten legendaris Negeri Sombrero yang sempat bermain bersama Barcelona, Rafael Marquez. Catatkan

143 caps sedari catatkan debut pada 21 tahun yang lalu, Piala Dunia 2018 akan menjadi partisipasi kelimanya di

kompetisi sepakbola paling bergengsi itu.
Tetapi keriskanan paling besar datang dalam pemanggilan Nestor Araujo. Miliki peran besar di babak kualifikasi

lalu, pemain Santos Laguna tersebut sedang mengejar waktu untuk kembali pulih dari cedera yang ia alami di

bagian lutut.
Meksiko nanti akan mereduksi 5 pemain lagi dari skuat yang ada saat ini, untuk penuhi kuota turnamen sempai 23

pemain. Pengumuman skuat final sendiri akan diumumkan pada tanggal 4 Juni besok.
Berikut skuat sementara Meksiko untuk Piala Dunia 2018:
Kiper: Guillermo Ochoa, Jesús Corona, Alfredo Talavera.
Bek: Diego Reyes, Héctor Moreno, Miguel Layún, Carlos Salcedo, Edson Álvarez, Néstor Araujo, Jesús Gallardo,

Hugo Ayala, Rafael Márquez.
Gelandang: Jonathan dos Santos, Andrés Guardado, Héctor Herrera, Marco Fabián, Javier Aquino, Jonathan González,

Jesús Molina, Erick Gutiérrez.
Penyerang: Tecatito Corona, Hirving Lozano, Chicharito Hernández, Raúl Jiménez, Carlos Vela, Javier Aquino,

Jurgen Damm, Giovani dos Santos.

Daftar Pemain Meksiko di Piala Dunia 2018

Daftar Pemain Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Berikut adalah daftar nama pemain dan skuad Tim nasional Meksiko di Piala Dunia 2018 yang dipimpin oleh Juan Carlos Osorio. Susunan lengkap dari skuad Mexico yang tentunya adalah wakil paling oke dari Amerika Utara yang miliki tradisi cukup baik di Piala Dunia, yang mana ini merupakan ajang Piala Dunia ke 16 yang di sertai oleh Meksiko.

Lewat jumlah 20 edisi di ajang Piala Dunia, Meksiko cuma 5 kali tidak ikut di ajang Piala Dunia, yang artinya 15 diantaranya terus hadir, dengan prestasi paling okenya ialah jadi perempatfinalis pada ajang Piala Dunia 1970 dan 1986.

Biarpun secara rutin lolos ke ajang Piala Dunia, prestasi Meksiko masih belum dikatakan membanggakan. Dan tidak cuma hanya menjadi pelengkap terus menerus, pada ajang Piala Dunia 2018 ini Meksiko miliki target besar yang lebih tinggi tentunya.

Kalau melihat pada skuad atau materi pemainnya sekarang ini, potensi atau kesempatan yang dimiliki oleh Meksiko untuk terus melangkah lebih jauh lagi cukup terbuka. Dengan syarat mereka perlu lolos terlebih dahulu dari tahap grup yang mana mereka tampil pada Grup F dengan berhadapan dengan lawan yang tidak mudah yaitu 3 tim yang berada 1 grup dengan mereka : Jerman, Swedia dan Korea Selatan.

Inilah data selengkapnya susunan pemain Mexico yang akan tampil di Piala Dunia 2018

Daftar Pemain Tim nasional Meksiko Piala Dunia 2018

Penjaga Gawang

Guillermo Ochoa (Standard Liège)
José de Jesús Corona (Cruz Azul)
Alfredo Talavera (Toluca)

Bek

Héctor Moreno (Real Sociedad)
Miguel Layún (Sevilla)
Diego Reyes (FC Porto)
Hugo Ayala (UANL)
Néstor Araujo (Santos Laguna)
Oswaldo Alanís (Guadalajara)
Jesús Gallardo (UNAM)
Carlos Salcedo (Eintracht Frankfurt)
Edson Álvarez (América)
César Montes (Monterrey)
Jorge Torres Nilo (UANL)

Gelandang

Andrés Guardado (Real Betis)
Héctor Herrera (FC Porto)
Marco Fabián (Eintracht Frankfurt)
Jesús Molina (Monterrey)
Rodolfo Pizarro (Guadalajara)
Jorge Hernández (Pachuca)
Jonathan González (Monterrey)
Omar Govea (Excel Mouscron)
Javier Aquino (UANL)
Jonathan dos Santos (LA Galaxy)
Giovani dos Santos (LA Galaxy)

Striker

Javier Hernández (West Ham United)
Carlos Vela (Los Angeles)
Oribe Peralta (América)
Raúl Jiménez (Benfica)
Jesús Manuel Corona (FC Porto)
Hirving Lozano (PSV)
Alan Pulido (Guadalajara)

Incaran Besar Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Timnas Meksiko di Grup F Piala Dunia 2018

Meksiko tanpa basa basi sudah menargetkan sesuatu yang besar di ajang Piala Dunia 2018 nanti yang akan berlangsung kurang dari 1 bulan lagi di Rusia.

Sang pelatih tim nasional Meksiko yaitu Juan Carlos Osorio mengatakan kalau mereka ingin jadi finalis turnamen di acara terakbar di dunia tersebut.

“Kami percaya kalau kami dapat menangkan semua laga sampai ke babak final. Percaya diri merupakan hak kami, supaya kami bakal terus berusaha dengan keras untuk sampai pada apa yang kami incar tersebut, Kami bakal bertanding untuk raih hasil oke,” imbuh Osorio, dalam jumpa pers untuk pertandingan friendly berhadapan dengan Wales.

Laga yang bakal berlangsung di Stadion Rose Bowl, Los Angeles, Amerika Serikat, ini, bakal jadi kompetisi Osorio tentukan 23 nama pemain skuad El Tri (julukan timnas Meksiko).

Incaran besar tersebut pun disetujui oleh para pemain, sebab bikin mereka memiliki tujuan di tiap laga pada ajang Piala Dunia.

“Ada lebih dari 1.000 peluang yang dapat berlangsung, sampai kami cuma perlu berupaya dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, apapun yang bakal terjadi kami tak akan pulang dalam keadaan menyesal, sebab kamu sudah berupaya sebaik mungkin,” imbuh Hector Moreno, pemain bek tengah El Tri.

Kekuatan Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Timnas Meksiko di Piala Dunia 2018

Meksiko untuk ke-16 kalinya mereka melangsungkan babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Rusia yang mulai berlangsung di bulan Juni yang akan datang.

Meksiko masuk kedalam salah 1 grup neraka. Mereka bakal berhadapan dengan 3 tim lainnya yaitu Jerman, Swedia, dan Korea Selatan di Grup F.

Pada performa kali ini, tim yang di besut oleh Juan Carlos Osorio berusaha mencoba peruntungannya untuk kembali lolos sampai quinto partida (babak kelima atau perempat final), mengingat dari 15 performa sebelumnya torehan prestasi paling oke Meksiko baru 2 kali hingga babak perempat final yaitu pada ajang Piala Dunia 1970 dan 1986.

Memiliki deretan para pemain yang diinginkan dapat raih incaran tersebut, Meksiko juga adalah salah satu tim yang diimpikan bisa berikan warna sepanjang Piala Dunia 2018 berlangsung.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Meksiko bakal bermain di Piala Dunia dengan skuad setengah pemainnya sekarang ini bermain di klub sepak bola Eropa.

Timnas Meksiko di Grup F Piala Dunia 2018

Kekuatan tim

Tak ada se­orang pun pemain yang berasal dari Meksiko yang bermain di final Piala Champions musim ini, namun Meksiko punya sejumlah pemain yang cukup mengancam.

Mereka tak lain adalah Javier Hernandez (West Ham United), Miguel Layun (Sevilla), Hirving Lo­zano (PSV Eindho­ven), Raul Jimenez, Hector Herrera (Benfica), Jesus ­Corona dan Diego Reyes (Porto), serta sejumlah nama pemain lainnya.

Secara bersama mereka jadi sebuah tim yang kuat dan menjadi salah satu tim yang disegani ketika bermain di Rusia.

Meksiko diperkuat oleh 16 pemain yang sebelumnya bermain di Piala Dunia 2014 Brasil. Hal tersebut memang rancangan dari Juan Carlos Osorio yang sudah disusun 1 tahun sebelumnya, di mana sebagian besar pemain bakal tampil di bulan Juni nanti.

Pelatih yang berasal dari Kolombia itu bertanggung jawab untuk tim. Para pemain sudah bersama-sama sedari lama. Malah para pemain bilang, kalau atmosfer di ruang ganti tak pernah berubah.

”Federasi kami sudah putuskan siapa yang bakal bergabung bersama tim, kami sudah lakukan seleksi dan tes pada pemain yang sudah dipanggil untuk babak kualifikasi dan Piala Konfe­derasi,” ujar dia.

Osorio tak akan lakukan perdebatan soal pemain yang sudah dipanggil, sebab sebelumnya ia sudah melihat apakah para pemain ini rawan cedera atau tidak. Tetapi, hal itu tentu saja tak bisa diterka.

Arturo Vidal Desak Alexis Sanchez Gabung Bayern Munchen

Arturo Vidal Desak Alexis Sanchez Gabung Bayern Munchen

Menurut mantan pemain Juventus tersebut, Alexis Sanchez harus bergabung dengan tim terbaik jika memang ingin disandingkan dengan para pemain terbaik. Jika tetap di Arsenal, dia tidak akan berkembang.

Arturo Vidal Desak Alexis Sanchez Gabung Bayern Munchen

Gelandang andalan Bayern Munchen, Arturo Vidal, secara pribadi mendesak rekan setimnya di Tim Nasional Chile yang saat ini berstatus sebagai bintang Arsenal, Alexis Sanchez, untuk meninggalkan Emirates stadium dan bermain bersamanya di Klub Bundesliga jerman musim depan.

Seperti diketahui, situasi mantan pemain Barcelona di Arsenal memang cukup pelik, hal tersebut yang kemudian membuatnya dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa pada kesempatan bursa transfer musim panas tahun ini. Selain Bayern Munchen, Sanchez juga dikaitkan dengan dua rival Arsenal di Liga Primer Inggris, Chelsea dan Manchester City.

Sedangkan Vidal, yang telah dua tahun berkostum Bayern mengaku telah berbicara dengan koleganya di timnas Chile tersebut agar segera menyapakati pinangan juara bertahan Bundesliga Jerman. Menurut eks Juventus, Sanchez harus bergabung dengan tim terbaik jika ingin disandingkan dengan para pemain terbaik.

“Saya mengatakan ini adalah kesempatan baginya untuk bermain di tim besar. Jika Anda ingin dibandingkan dengan yang terbaik, Anda harus bergabung dengan tim terbaik di dunia.” ujar Vidal seperti dikutip dari Goal Internasional, Selasa (30/5).

Fakta bahwa Arsennal tidak akan bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan setelah gagal finish di empat besar klasemen membuat Sanchez kian pasti meninggalkan Emirates. Apalagi, kontrak sang pemain Chile di Arsenal saat ini hanya menyisakan satu tahun lagi.

Vidal punya kesempatan untuk meyakinkan Alexis agar memutuskan gabung Bayern saat keduanya melakukan persiapan di timnas Cile untuk menghadapi Piala Konfederasi di Rusia. Dimana Timnas Cile tergabung di grup B dengan Kamerun, Australia, dan Jerman. Mereka ingin melanjutkan kesuksesannya setelah berhasil meraih gelar juara Copa America pada 2015 dan 2016.

Direktur Inter Milan Klaim Patrik Schick Akan Gabung Juve

Direktur Inter Milan Klaim Patrik Schick Akan Gabung Juve

Mantan direktur AS Roma tersebut mengungkapkan bahwa pihak klub sama sekali tidak memiliki peluang untuk menggaet Schick dari Sampdoria, karena sang pemain Ceko telah ‘dilobi’ oleh Juventus.

Direktur Inter Milan Klaim Patrik Schick Akan Gabung Juve

Walter Sabatini, direktur anyar Inter Milan ini menghindar saat mendapat pertanyaan mengenai peluang Klubnya mendatangkan striker potensial Republik Ceko milik Sampdoria, Patrik Shchick. Eks AS Roma mengatakan bahwa pemain berusia 22 tahun tersebut sudah mencapai kata sepakat dengan juara bertahan, Juventus.

Patrik Shchick, 22 tahun, tampil impressif pada musim debutnya di ajang Serie A Italia, dengan torehan 11 gol. Tak ayal, sang pemain pun menjadi incaran sejumlah raksasa Eropa. Namun, diantara para pemain, Juventus dan Inter Milan dinilai sebagai klub favorit yang akan menggaet sang pemain. Namun sepertinya , La Beneamata tidak akan kembali melanjutkan usahanya untuk menggaet pemain asal Republik ceko tersebut.

Pasalnya, baru-baru ini direktur olahraga Inter Milan, walter Sabatini menghiindar saat mendapat pertanyaan tentang peluang klubnya mendatangkan Schick pada bursa transfer musim panas ini. Bahkan, mantan direktur olahraga AS Roma itu berujar bahwa Sang pemain telah sepakat untuk bergabung dengan Juventus musim depan.

“Schick ke Inter? Saya pikir ia akan pergi ke Juventus,” Demikian ungkap Sabatini kepada La Signora.

Namun, Inter Milan dipercaya tidak akan mengakhiri geliat mereka pada bursa transfer musim panas ini. Menurut kabar yang terdengar, La Beneamata akan berusaha mendatangkan gelandang kreatif asal Kolombia, James Rodriguez, jika memang sang pemain tersedia pada bursa transfer musim panas ini.

Sedangkan Juventus, CEO Klub, Beppe Marotta memang sempat menuturkan bahwa Bianconneri akan mengincar striker pada bursa transfer musim panas tahun ini, mengingat taktik yang diterapkan Max Allegri, memaksa tim bermain dengan empat striker sekaligus dalam satu pertandingan. Dan Patrik Schick dianggap sebagai sosok yang diincar bianconneri dalam usahanya memperkuat lini depan.

Pablo Zabaleta Ungkap Alasan Pilih West Ham

Pablo Zabaleta Ungkap Alasan Pilih West Ham

Keputusan tersebut sangat berbeda dari kabar yang beredar di media, namun Zabaleta sendiri tidak bisa memungkiri bahwa dia sangat mencintai Liga Primer Inggris, dan akhirnya nalurinya memilih untuk merapat ke London, menyepakati kontrak dua tahun bersama West Ham.

Pablo Zabaleta Ungkap Alasan Pilih West Ham

Alih-alih ke Spanyol seperti yang dirumorkan sejumlah media, bek veteran Argentina, Pablo Zabaleta, memilih untuk tetap berkarir di ajang Premier League dan membela West Ham united. Keputusan ini memang sedikit keluar dari wacana yang terdengar, namun Zabaleta memiliki alasan tersendiri.

Sebagaimana diketahui, bek berusia 33 tahun akhirnya memutuskan untuk menyudahi kiprahnya selama sembilan musim terakhir sebagai penggawa Citizen pada musim panas ini, seiring dengan kontrak yang memang telah berakhir. Seiring keputusan tersebut, ada banyak rumor yang terdengar mengenai masa depan Zabaleta.

Berdasarkan kabar yang terdengar dalam sepekan terakhir, Zabaleta diyakini bakal merapat ke klub la Liga Spanyol pada kampanye musim mendatang. Namun, sang pemain justru menyepakati ikatan kontrak berdurasi dua tahun yang diajukan klub Premier league, West Ham united.

Terkait hal ini, Bek Argentina mengakui bahwa dia hanya ingin tetap berkarir di Liga Primer Inggris, meski ada banyak sekali tawaran yang datang dari Spanyol dan Italia.

“Benar adanya bahwa saya menerima banyak tawaran dari klub-klub di Italia, beberapa ketertarikan juga datang dari Spanyol dan Inggris. Tentu saja keputusan saya ambil dengan mempertimbangkan keluarga saya. Saya sendiri menekankan bahwa bertahan di Liga Primer adalah prioritas saya. Saya sangat cinta Liga Primer.”

“Tentu saja West Ham adalah pilihan pertama saya karena ini adalah klub yang fantastis dan saya sangat menghormatinya.” Demikian ujar Zabaleta sebagaimana dilansir situs resmi West Ham United.

Lionel Messi adalah Makhluk Ekstraterestrial

Lionel Messi adalah Makhluk Ekstraterestrial

Sanjungan tersebut diberikan oleh pelatih Luis Enrique yang tengah menjalani musim terakhirnya sebagai Juru Taktik Barcelona. Dia mengaku sangat beruntung bisa menikmati performa apik Messi, atau setidaknya versi terbaik dari La Pulga.

Lionel Messi adalah Makhluk Ekstraterestrial

Performa apik Lionel Messi di sepanjang musim ini tak dibarengi dengan gelar-gelar mentereng Barcelona. Namun demikian, sanjungan setinggi langit tetap diberikan kepada bintang asal Argentina tersebut. Yang terbaru, La Pulga dianggap sebagai makhlik Ekstrateresterial, atau pemain yang bukan berasal dari bumi.

Dalam laga terbarunya, tepatnya dalam laga final Copa Del Rey melawan Deportivo Alaves, Minggu dinihari WIB (28/05), Messi berhasil mengemas satu gol dan satu assist. Gol tersebut menandai gol ke-54 nya di sepanjang kampanye musim 2016/17 ini bersama Barcelona. Sedangkan Barcelona sendiri akhirnya juara dengan skor akhir 3-1, dua gol lainnya masing-masing dicetak Neymar dan Paco Alcacer. Sedangkan Alaves hanya mampu membalas lewat sebiji gol theo Hernandez.

Selepas laga, Pelatih Luis Enrique melayangkan sanjungan khusus kepada bintang Argentina tersebut, dengan menyebutnya sebagai makhluk Ekstraterestrial.

“Messi adalah makhluk ekstraterestrial dalam segala hal dan saya sangat beruntung bisa menikmati yang terbaik, atau salah satu versi yang terbaik darinya,”

“Saya sendiri tak pernah ragu bahwa dia adalah yang nomor satu dan untuk bisa menjadi seperti itu Anda harus mengontrol setiap aspek dan sangat kuat secara fisik. Dia menjaga dirinya dengan sangat baik, dan di sisa karirnya, masih banyak hal yang bisa diberikannya untuk sepakbola.” ujar Luis Enrique sepertik dikutip dari Goal Internasional.

Trofi Copa Del rey menjadi trofi terakhir yang bisa dipersembahkan Luis Enrique untuk Barcelona, sejak menukangi klub di tahun 2014 lalu sampai sekarang, yang merupakan tahun terakhirnya bersama barcelona. Terkait hal ini, Enrique tetap bangga karena telah berhasil memenangkan sembilan dari 13 trofi yang bisa dimenangkan.

“Saya merasa senang karena telah menjuarai berbagai trofi sehingga membuat para fans Barca bahagia dan itu membuat saya bangga. Saya yang memutuskan untuk berhenti karena ini akan menjadi yang terbaik bagi saya dan para pemain, mereka butuh dorongan yang lebih kuat. 9 dari 13 trofi adalah sebuah rekor yang sangat bagus” tandasnya.

Kesalahan di Supercopa Buat Dybala Semakin Termotivasi

Kesalahan di Supercopa Buat Dybala Semakin Termotivasi

Diungkapkan juga oleh mantan pemain Palermo tersebut bahwa kegagalan di partai Supercopa melawan Milan adalah alasan mengapa dia selalu melakukan selebrasi DybalaMask setiap kali berhasil mencetak gol. Dia hidup bagai seorang gladiator yang selalu bangkit setelah gagal.

Kesalahan di Supercopa Buat Dybala Semakin Termotivasi

Bomber muda Juventus, Paulo Dybala, belum lama ini mengungkapkan salah satu pertandingan yang membuat dirinya merasa begitu bersalah terhadap Bianconneri dan para tifosi. Tak lain, pertandingan itu adalah pertandingan melawan AC Milan di Supercoppa Italia, namun kesalahan tersebut justru membuat pemain Argentina merasa terus termovitasi.

Sebagaimana diketahui, dalam pertandingan tersebut, AC Milan memang berhasil mengemas kemenangan lewat drama adu penalti, dan Dybala menjadi salah satu pemain yang gagal mencetak gol dalam kesempatan adu penalti tersebut. Dia juga sempat menyia-nyiakan beberapa peluang emas yang dimilliki Juventus. Karena kesalahan tersebut, Dybala sempat merasa frustrasi. Tapi dia kemudian mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, dan akhirnya bangkit, semakin termotivasi.

“Itu bersalah dari kesalahan saya, di final Supercoppa Italia melawan Milan. Itu bukan momen yang menyenangkan dan saya kecewa. Tapi saya berjuang dan bangkit kembali, saya merasa bersalah. Jadi, saya memposting kutipan Michael Jordan: Saya telah berulang kali gagal dalam hidup saya dan itulah mengapa saya bisa berhasil,” Demikian ujar pemain berusia 23 tahun kepada reporter.

Lebih lanjut, Dybala juga mengakui bahwa karena termotivasi dari kesalahan tersebutlah dia kemudian melakukan selebrasi DybalaMask yang memang mulai populer belakanga ini. Itu adalah simbol dari Gladiator, yang menginspirasinya untuk bangkit setelah gagal dan tak mengenal kata menyerah.

“Topeng itu berasal dari Gladiator, film yang pastinya sudah saya tonton 30 kali. Dalam hidup, Anda harus bangun dan bertarung,” Tandas Dybala.

Dybala sendiri saat ini tengah bersiap untuk pertandingan Final Liga Champions Eropa, dimana Juventus akan berhadapan dengan Real Madrid di Cardiff, pada 4 Juni mendatang.

Paulo Dybala Bertekad Juara Bersama Lionel Messi

Paulo Dybala Bertekad Juara Bersama Lionel Messi

Konfrontasi antara diriya dengan bintang Barcelona ditegaskan Dybala hanyalah karangan media, saat mengutip perkataannya beberapa waktu lalu. Meski tidak berniat merapat ke Barcelona, namun Dybala tetap memiliki keinginan memenangi trofi di level Internasional bersama Lionel Messi.

Paulo Dybala Bertekad Juara Bersama Lionel Messi

Bomber muda Juventus, Paulo Dybala, rupanya memang begitu mengidolakan sosok bintang Barcelona dan rekan senegaranya, Lionel Messi. Bahkan dalam pernyataan terbarunya, penyerang berusia 23 tahun itu menuturkan tekadnya untuk bisa meraih trofi juara bersama dengan La Pulga. Lantas, apakah ini isyarat bahwa Dybala bakal merapat ke Barcelona ?

Tentu saja tidak, karena mantan pemain Palermo itu mengaku ingin memenangkan trofi bersama Messi di Tim Nasional Argentina, mengingat dirinya telah mendapatkan panggilan untuk membela Les Albiceleste sejak tahun 2016 kemarin. Dan pernyataan ini tidak lain sebagai jawaban atas kabar miring mengenai konflik yang terjadi antara dirinya dengan kapten Barcelona tersebut.

Memang, Dybala sempat dikabarkan memiliki hubungan yang kurang bagus dengan Messi, menyusul perkataannya beberapa waktu lalu tentang hubungannya dengan La Pulga. Namun, Dybala menilai bahwa semua kabar tersebut hanyalah karangan dari media.

“Saya mengerti bahwa saya sebuah peperangan yang semestinya tidak perlu terjadi. Mereka menempatkan saya melawan Messi, dalam sebuah konfrontasi,”

“Saya tidak harus menggiring bola untuk lebih baik darinya. Dia sudah melakukan semuanya dan saya sedang melakukannya. Saya ingin menjadi juara di timnas bersama Messi, bukan untuk menggantikannya,” Dybala kepada media asal Italia, Il Venerdì.

Dybala berpeluang bermain dengan messi di ajang Piala Dunia 2018 mendatang di tim Nasional Argentina. Sedangkan saat ini, yang bersangkutan tengah fokus untuk partai final Liga Champions Eropa , dimana JUventus akan berhadapan dengan Real Madrid pada 4 Juni mendatang.