Sifat Messi Tak Pernah Berubah Meski Sudah Meraih Kesuksesan Besar

Messi Barca

Liga Spanyol – Sahabat Lionel Messi, Ever Banega, menegaskan bahwa striker andalan Barcelona itu masih sama seperti dulu. Prestasi yang gilang-gemilang sama sekali tidak mengubah sifat Messi.

Memasuki umur 32 tahun, Messi sudah meraih banyak hal. Pemain berjuluk La Pulga ini meraih kesuksesan bersama Barcelona di level klub dengan meraih setiap trofi yang tersedia. Alhasil, pencapaian Messi di level pribadi pun sangat memuaskan.

Messi punya sejumlah sahabat karib, Banega bisa dibilang adalah salah satu sahabat terdekat. Gelandang Sevilla ini sudah mengenal Messi sejak kecil, Mereka berdua tumbuh di Rosario, salah satu kota di Argentina. Bagaimana pandangan Banega tentang Messi yang sekarang?

Ketika itu Messi dan Banega benar-benar akrab. Banega bisa dikatakan merupakan satu orang pertama yang sadar dengan kemampuan Messi. Mereka berdua selalu bermain bersama sampai akhirnya Banega hengkang ke akademi Boca Juniors pada tahun 2000, saat umurnya masih 13 tahun.

Kemudian giliran Messi pindah ke Barcelona satu tahun kemudian. Perpisahan ini tidak bisa memutus pertemanan mereka, justru lebih akrab, persahabatan mereka berlanjut saat Banega terbang ke Spanyol untuk bergabung dengan Valencia pada tahun 2008 silam.

Perolehan piala Messi luar biasa, walaupun tidak banyak untuk tim nasional Argentina. Messi memenangkan 10 trofi La Liga, 6 trofi Copa del Rey, 4 trofi Liga Champions, 8 Piala Super Spanyol, 3 Piala Super Eropa, 3 Piala Dunia Antarklub, 15 gelar top scorer Spanyol, 5 Ballon d’Or, dan belasan penghargaan lainnya.

Dengan sederet trofi yang dia peroleh, Messi mendapat kritik. Sikap Messi dewasa ini dianggap bermasalah. Teranyar, pelatih tim nasional Brasil, Tite, menuding Messi memintanya “tutup mulut” dalam pertandingan uji coba Brasil vs Argentina, Sabtu (16 November 2019) kemarin.

Defender tim nasional Brasil, Thiago Silva menambah tudingan tersebut. Dia menuding Messi berusaha mengontrol pertandingan dengan memengaruhi keputusan wasit – tentu lewat protes-protesnya.

Giggs Anggap Daniel James Bisa Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo

daniel james MU

Liga Inggris – Mantan bintang Manchester United, Ryan Giggs, memberikan pujian setinggi langit kepada Daniel James. Giggs melihat pemain berusia 22 tahun tersebut sedang mereplikasi jejak Cristiano Ronaldo di Old Trafford.

James merupakan satu dari tiga pemain baru Manchester United yang dibawa ke Old Trafford pada musim panas kemarin. Ia dibajak dari klub divisi Championship, Swansea City, dengan mahar sebesar 18 juta poundsterling.

Dengan harga sebesar itu, mengingat pengalaman James yang masih belum banyak di kompetisi papan atas, dianggap sebagai sebuah perjudian yang cukup besar. Namun James berhasil membuktikan bahwa dirinya memang layak memperkuat klub sekelas Manchester United.

James sudah tampil dalam 11 pertandingan di ajang Premier League musim ini, dengan raihan tiga gol serta dua assist. Salah satu assistnya tercipta saat Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool pad bulan Oktober lalu.

Penampilan Daniel James sejauh ini membuat Giggs terkesima. Pria yang juga merupakan pelatih James di Tim nasional Wales mengaku teringat dengan Cristiano Ronaldo ketika baru pindah ke Manchester United beberapa tahun silam.

“Daniel James sering terjatuh namun bangkit lagi, membiarkan dia dan ingin mendapatkan bola kembali,” tutur Giggs, yang baru saja memanggil James untuk ikut membela tim nasional Wales melawan Azerbaijan dan Hungaria, seperti yang dikutip info bola terkini.

Giggs semakin yakin dengan kualitas James saat pemain tersebut sempat bertabrakan keras dengan pemain Tim nasional Kroasia, Domagoj Vida. Menurut mantan asisten pelatih MU ini, itu adalah bukti bahwa kehebatan James sudah diakui oleh banyak orang.

Liverpool Disarankan Rekrut Griezmann Untuk Perkuat Skuadnya

griezmann Barcelona

Seorang legenda Liverpool, Harry Kewell membagikan pendapatnya tentang perkembangan The Reds musim ini. Dia yakin Liverpool bisa semakin tangguh jika dipertangguh oleh seorang pemain macam Antoine Griezmann.

Sepanjang musim ini, Liverpool masih sangat tangguh dan berhasil menjaga permainan di level teratas. Namun, kadang kala anak-anak asuhan Jurgen Klopp itu masih kesulitan untuk menjebol gawang lawan.

Tercatat, dalam beberapa pertandingan terakhir di Premier League, Liverpool cenderung memetik kemenangan tipis dengan skor 1-0, 2-1. The Reds terakhir menang telak 3 gol tanpa balas atas Burnley di bulan Agustus silam.

Sebab itu Kewell yakin Liverpool butuh striker yang haus gol, misalnya pemain seperti Griezmann. Sektor penyerangan Liverpool memang sudah sangat tangguh, bahkan mungkin salah satu yang tertangguh di Eropa. Namun, Kewell merasa Klopp masih perlu kehadiran striker lainnya. Selain trio Salah-Mane-Frimino, Liverpool masih memiliki Divock Origi.

Selain trio striker andalan dalam diri Salah-Mane-Frimino, Liverpool masih memiliki Divock Origi. Nama-nama itu, bagi Kewell, masih kurang tangguh. Yang jadi persoalan adalah Kewell khawatir trio Salah-Mane-Firmino bakal bermain terlalu santai karena merasa tidak ada saingan. Origi hebat, tapi hanya ada di level cadangan.

“Saya kira mereka perlu kehadiran seorang striker baru. Saya tahu ini terdengar gila, sebab tiga penyerang mereka luar biasa, tapi saya kira mereka butuh satu pemain lain untuk menekan trio itu [Salah-Mane-Firmino],” buka Harry Kewell Situs berita bola terbaru.

Artinya, Harry Kewell merasa bahwa Liverpool perlu tambahan pemain di level yang sama dengan Salah-Mane-Firmino. Uniknya, dia mengusulkan Antoine Griezmann, mantan pemain Atletico Madrid yang baru bergabung dengan Barcelona di awal musim ini.

“Apakah ada pemain yang bisa memperkuat Liverpool di luar sana? Tentu saja ada. Saya ingin melihat Antoine Griezmann di Liverpool. Saya kira dia bisa menjadi pemain luar biasa di sini. Dialah tipe pemain yang dibutuhkan Liverpool” sambung Kewell.

Berita Bola – Arema Datangkan Si Joker Setelah Sylvano Comvalius Menghilang

Arema Datangkan Si Joker Setelah Sylvano Comvalius Menghilang

Berita Bola – Arema Datangkan Si Joker Setelah Sylvano Comvalius Menghilang, ada уаng aneh ԁаӏаm Persiapan Arema FC jelang menghadapi Tira Persikabo ԁі Stаԁіоn Pakansari, Bogor, kаmіѕ (24/10/2019). secara mеnԁаԁаk Arema mendatangkan реnуегаng саԁаngаn, Sunarto ԁагі malang.

Pemain Arema FC Dengan Julukan

praktis pemain berjulukan kartu Joker Arema іtυ ԁаtаng tаnра sempat melakukan Persiapan dengan tim υtаmа Karena tim berjuluk Singo еԁаn melakukan Sеѕі jajal ӏараngаn раgі hari. datangnya Sunarto tentu ԁіgυnаkаn υntυk mempertajam lini ԁераn Karena posisinya Sebagai pemain ѕауар аtаυ striker.

Sеtеӏаһ ditelusuri, ternyata striker аѕіng Arema, Sylvano Comvalius, menghilang ԁаӏаm dua kаӏі Sеѕі ӏаtіһаn ԁі Bogor. kоnԁіѕі іtυ membuat Arema hanya рυnуа Ahmad Nur Hardianto yang bisa ditempatkan Sebagai striker murni. ѕеmеntага, Dedik Setiawan tіԁаk ԁіЬаwа Karena cedera.

“Comvalius Sυԁаһ ԁυа kali latihan di Bogor tidak ikut. ԁіа sedang Sakit. jadi tim pelatih memutuskan memanggil Sunarto. dia tіЬа ԁі hotel agen bola ѕіаng tadi,” kаtа реӏаtіһ kiper Arema, Yanuar ‘Begal’ Hermansyah.

Tim pelatih Arema berharap kоnԁіѕі Sunarto tidak turun Kагеnа Sеӏаmа tim υtаmа Arema bertandang Sejak 15 Oktober ӏаӏυ, tіԁаk аԁа Sesi latihan untuk pemain уаng ditinggal ԁі malang. аѕіѕtеn pelatih Singgih Pitono уаng Ьіаѕа memimpin ӏаtіһаn pemain pelapis masih mеnјаӏаnі kυгѕυѕ kepelatihan B AFC ԁі kоtа Ьаtυ.

Sааt dikonfirmasi tentang kondisinya, Sunarto еnggаn berkomentar. seperti biasa, dia tаk ingin Ьаnуаk ЬегЬісага di mеԁіа Sеӏаgі belum memberikan kоntгіЬυѕі untuk tim. “Pemain ӏаіnnуа Saja yang diwawancarai,” jawab Sunarto.

musim ini, Sunarto baru Sekali tυгυn mеmЬеӏа Arema. іtυрυn SеЬаgаі pengganti ketika Singo edan melawan Ьогnео FC di Stаԁіоn Kanjuruhan, malang, 13 SерtеmЬег Silam.

Arema Datangkan Si Joker Setelah Sylvano Comvalius Menghilang Sυԁаһ ӏаmа tak bermain di laga resmi, performa Sunarto terlihat ѕерегtі pemain уаng kеЬіngυngаn ԁі lapangan. Pahadal Ьіаѕаnуа ԁіа jadi pemecah kebuntuan Ьаgі Arema ԁаn memberikan perubahan ketika masuk SеЬаgаі pengganti.

Ada Insiden Rasisme, Pertandingan Inggris VS Bulgaria Dihentikan Sementara

inggris vs bulgaria insiden

Salah satu pertandingan di Grup A babak kualifikasi Piala Eropa 2020 yang mempertemukan Tim Nasional Inggris dan Tim Nasional Bulgaria, Selasa (15 Oktober 2019), berjalan menarik dan menghasilkan enam gol. The Three Lions keluar sebagai pemenang dengan skor telak 6 gol tanpa balas.

Tim asuhan besutan Gareth Southgate tersebut sudah unggul empat gol lebih dulu pada babak pertama. Mereka yang mencatatkan namanya di papan skor adalah Marcus Rashford, Ross Barkley, serta Raheem Sterling.

Harry Kane dan Sterling menambahkan keunggulan Tim Nasional Inggris pada babak kedua dan membuat skor akhir menjadi 6-0. Kemenangan ini membuat The Three Lions semakin kokoh di puncak Grup A dengan perolehan 15 poin dari enam pertandingan.

Meskipun berjalan dengan seru, namun pertandingan antara Tim Nasional Bulgaria melawan Tim Nasional Inggris sempat terhenti akibat suatu insiden. Ya, ada oknum penonton tak bertanggung jawab yang melakukan tindakan rasisme.

Wasit menghentikan permainan sebanyak dua kali pada babak pertama karena tindakan tercela dari oknum penonton. Pengumuman disampaikan melalui pengeras suara: “Karena perilaku rasis yang mengganggu permainan, pertandingan akan dihentika sementara”, menurut informasi dari portal info bola terbaru.

Sikap rasis itu dilakukan oleh sekelompok supporter yang mengenakan jaket berwarna hitam. Mereka menutup wajahnya dan mengacungkan jari tengah serta simbol Nazi selama permainan berlangsung. Wasit sendiri sempat berbicara dengan kapten Tim Nasional Inggris, Harry Kane.

Kemudian, perlakuan rasis lainnya terjadi saat menjelang babak pertama berakhir. Southgate melayangkan protes kepada wasit atas perlakuan rasis yang semakin brutal setelah pengumuman dilontarkan. Wasit pun terpaksa kembali menghentikan pertandingan untuk kedua kalinya.

Setelah itu, supporter-supporter yang telah disebutkan terlihat meninggalkan stadion. Pertandingan pun kembali dimulai. Kapten Tim Nasional Bulgaria, Ivelin Popov, nampak bertanggung jawab dengan menghampiri penonton untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Ronaldo Dan Messi Sama-sama jadi Yang terbaik

Messi Ronaldo

Perdebatan tentang siapa pemain sepakbola terbaik dunia di antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dinilai sudah harus berhenti sampai di sini. Mereka berdua dianggap sama-sama pantas meraih penghargaan pemain terbaik di dunia setiap musimnya.

Pandangan di atas disampaikan oleh mantan striker Manchester United, Dimitar Berbatov. Menurut Berbatov, mengadu kemampuan Ronaldo dengan Messi tidak akan menghasilkan apa pun. Dia berharap bisa menikmati permainan mereka berdua selagi masih bisa.

Selama bertahun-tahun, dua pemain terbaik ini saling mengalahkan dalam ajang penghargaan pemain terbaik di dunia. Ronaldo dan Messi sama-sama mengumpulkan lima Ballon d’Or – yang membuktikan betapa mereka berdua adalah yang terbaik.

Selama sembilan tahun, pertarungan Ronaldo VS Messi bisa disaksikan secara langsung karena mereka berdua bermain untuk rival abadi di La Liga Spanyol: Real Madrid dan Barcelona. Namun, situasinya berubah sejak tahun lalu.

Ronaldo hengkang ke Juventus, menyambut tantangan baru. Dia harus merelakan FIFA Best Player musim lalu kepada Messi, pasalnya performa Ronaldo dinilai belum maksimal. Kini, pertanyaan yang sama kembali muncul terkait Ballon d’Or 2019.

“Ronaldo versus Messi, bagaimana bisa Anda memilih siapa yang terbaik di antara mereka? Saya kira mereka berdua seharusnya mendapatkan penghargaan masing-masing dan serahkan kepada mereka berdua,” ungkap Dimitar Berbatov kepada Goal internasional.

Lebih lanjut, Berbatov yakin Ronaldo dan Messi juga mementingkan penghargaan individual macam Ballon d’Or. Ronaldo terang-terangan mengakuinya, sementara Messi tampak tenang, namun bukan berarti dia kalah ambisius.

Performa Rashford Menurun, Solskjaer Beri Pembelaan

marcus-rashford

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pembelaan terhadap performa Marcus Rashford. Solskjaer yakin jika penyerang kesayangannya ini sudah berupaya keras untuk mencetak gol, namun ia kesulitan untuk mendapatkan bantuan di sektor penyerangan.

Satu bulan terakhir, nama Marcus Rashford mendapat kepercayaan dari Solskjaer untuk mengisi satu posisi di sektor penyerangan Manchester United. Ia menempati posisi itu setelah Anthony Martial mengalami cedera beberapa pekan yang lalu.

Namun selama satu bulan ini, Rashford gagal memenuhi ekspektasi. Ia kesulitan menciptakan peluang mencetak gol yang berarti, sehingga timnya gagal meraih kemenangan di beberapa pertandingan yang ia perkuat, sehingga ia mendapatkan hujan kritikan dari banyak arah.

Namun Solskjaer menegaskan jika masih memiliki kepercayaan penuh kepada sang striker. “Marcus Rashford terus menerus bekerja keras,” ujar Ole Gunnar Solskjaer kepada MUTV.

Solskjaer juga menilai bahwa ada satu faktor yang membuat Rashford tidak mampu mencetak gol karena ia tidak mendapatkan operan yang matang. Solskjaer juga menilai salah satu penyebab timnya gagal menang melawan Newcastle kemarin karena mereka mengawali pertandingan dengan sangat buruk.

Kekalahan di kandang Newcastle United di St James Park Stadium tersebut membuat peringkat Manchester United saat ini turun di klasemen sementara Premier League musim ini.

Paul Pogba dan rekan-rekannya untuk sementara masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara Premier League dengan raihan sembilan poin.

Solskjaer Bisa Buat Mason Greenwood Terpuruk, Kok Bisa?

mason greenwood mu

Seorang pengamat sepak bola Inggris, Paul Merson, memberi peringatan kepada manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer agar tidak merusak karir Mason Greenwood. Hal itu terjadi jika Solskjaer memaksa sang pemain tampil ketika tim sedang dalam performa buruk.

Mason Greenwood disebut sebagai sosok harapan bagi Manchester United. Di tengah performa tim yang masih angin-anginan, pemuda berusia 17 tahun tersebut mampu tampil gemilang setiap diberi kesempatan tampil.

Greenwood mencetak gol yang memberi United tiga poin pada pertandingan Liga Europa pekan lalu. The Red Devils menang dengan skor 1-0 atas Astana, melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Greenwood.

Menyusul cedera yang dialami oleh Marcus Rashford, United untuk sementara ini tidak punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Greewood pun diprediksi bakal menjadi pilihan utama di lini serang The Red Devils.

Mason Greenwood diprediksi akan ditampilkan pada pertandingan melawan Rochdale di Carabou Cup, Kamis (26 September 2019) dini hari WIB. Paul Merson akan sangat sepakat jika kondisi ini terjadi. Tetapi, tidak untuk pertandingan melawan Arsenal.

Dalam kesempatan yang sama, Paul Merson mengatakan bahwa kondisi Manchester United kini sedang tidak bagus. Kondisi ini bisa berakibat buruk. Sebab, jika Greenwood bermain buruk maka itu bisa berdampak pada kepercayaan dirinya.

Mason Greenwood bukan satu-satunya pemain depan yang bisa menjadi pilihan Ole Gunnar Solskjaer di sektor penyerangan. Sebab, mantan manajer Molde FK tersebut masih punya tiga nama lain untuk menjadi penyerang tengah.

Pada pertandingan melawan West Ham United, ketika Rashford mengalami cedera, Jesse Lingard ditempatkan di posisi penyerang tengah. Skema ini memang belum memberi hasil positif. Akan tetapi, skema ini patut untuk dicoba.

Selain itu, Solskjaer juga bisa memainkan Anthony Martial. Pemain asal Prancis tersebut disebut sudah sembuh dari cederanya. Martial bisa menjadi pilihan di sektor penyerangan. Solskjaer juga masih punya Tahith Chong yang bisa menjadi kejutan di sektor penyerangan.

Presiden Madrid Ungkap Susahnya Bajak Pogba dari MU

paul pogba

Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengakui bahwa mereka sudah berusaha mendatangkan Paul Pogba pada musim panas ini. Namun, transfer Paul Pogba sangat sulit karena sikap ngotot yang ditunjukkan oleh Manchester United.

Real Madrid punya reputasi sebagai salah satu klub yang bisa mendapatkan setiap pemain yang mereka incar. Walaupun demikian, ada pengecualian-pengecualian yang terbukti pada beberapa kasus.

Paul Pogba adalah salah satu dari beberapa contoh terbaru pengecualian tersebut. Sebelumnya, ada Robert Lewandowski yang juga sulit dibeli Madrid karena sikap ngotot dari Bayern Munchen.

Perez menegaskan bahwa dalam dua kasus tersebut, kedua klub menolak menjual sang pemain dengan alasan apapun. Perez menegaskan bahwa Madrid selalu menjaga hubungan baik dengan klub lain. Mereka tidak mau bernegosiasi diam-diam di punggung klub. Madrid hanya mau membeli pemain yang memang dijual.

“Ada beberapa pemain yang tidak dijual. Kami pernah mencoba mengejar Robert Lewandowski selama beberapa tahun dan tidak berhasil karena dia tidak terikat klausul dan Bayern Munchen tidak mau menjualnya. Tidak ada cara, dan kini hal yang sama terjadi pada Pogba. Ketika pemain-pemain tertentu dijual, kami bisa mengejar mereka” buka Perez kepada Marca.

Lebih lanjut, Perez juga bicara mengenai mimpi buruk Real Madrid musim lalu. Dia tahu persoalan utamanya terletak pada mentalitas dan karena itulah Madrid berusaha mendatangkan pemain-pemain terbaik.

Soal Musim Buruknya Di Madrid, Gareth Bale Diam Seribu Bahasa

gareth bale Madrid

Memperkuat Tim nasional Wales dan terlepas dari tekanan media-media Spanyol, Gareth Bale memutuskan untuk menyuarakan isi hatinya di Real Madrid. Bale menyajikan versinya sendiri tentang situasi yang dia alami dalam beberapa bulan terakhir.

Singkatnya, Bale merasa diperlakukan tidak adil dan disalahkan terkait kegagalan Real Madrid di musim 2018/2019 lalu. Mengutip Marca, dia merasa perlakuan itu tidak adil dan mengaku “tidak bahagia bermain di Madrid,” tetapi tetap bermain sebagai profesional.

Tampaknya, Bale sudah melupakan bahwa musim lalu sang pemain tidak benar-benar membantu Real Madrid. Bale hanya mencetak beberapa gol dan merasa tidak pantas disalahkan atas kegagalan Los Galacticos.

Menurut Marca, komentar Bale itu seperti mengisyaratkan bahwa dia sudah lupa dengan jumlah pertandingan yang tidak dia ikuti musim lalu karena cedera kambuhan. Mantan pemain Tottenham Hotspur ini juga tak menyinggung penampilan buruknya pada beberapa pertandingan besar Madrid.

Ketika Real Madrid tampil di bawah performa dan membutuhkan pemani bintang untuk memimpin tim, Bale justru tidak menampakkan batang hidungnya. El Real ditolong Vinicius Junior yang masih berusia 18 tahun kala itu.

Juga, yang tak bisa dilupakan adalah satu kesempatan ketika Bale menolak pulang bersama bus Real Madrid setelah menjalani sebuah pertandingan tandang. Dia juga diam seribu bahasa mengenai keputusannya bermain golf ketika rekan-rekan setimnya memainkan pertandingan pramusim melawan Tottenham Hotspur.

Yang paling fatal adalah, Gareth Bale juga diam seribu bahasa mengenai komentar sang agen, Jonathan Barnett yang menyerang Zinedine Zidane.

Home | About Us | Copyright | Terms of UsePrivacy Policy | Contact Us