Ingin Finish Zona Liga Champions? Ini Yang Harus Dilakukan MU

manchester united

Liga Inggris – Gelandang Manchester United, Nemanja Matic berkomentar soal kans MU finish di Zona Liga Champions di akhir musim nanti. Matic menilai target itu sangat mungkin bisa dipenuhi jika The Red Devils bisa tampil lebih konsisten.

Sejak awal musim kemarin, permainan MU memang kerap naik turun. Nemanja Matic dan rekan-rekannya sempat tampil buruk sehingga The Red Devils hampir terjerambab di zona degradasi.

Namun dua bulan terakhir, performa United menunjukkan peningkatan. The Red Devils kini sudah menduduki peringkat enam klasemen sementara Premier League, terpaut empat poin dari Chelsea di peringkat empat.

Matic mengakui bahwa inkonsistensi menjadi sumber masalah timnya musim ini. “Sulit sebenarnya menjelaskan apa yang kami alami, namun saya rasa penyebab permainan kami yang kurang konsisten itu karena kami memiliki tim yang sangat muda,” beber Nemanja Matic seperti yang dilansir dari Info Sepakbola Terkini.

Matic pada kesempatan ini membenarkan bahwa timnya memiliki kecenderungan untuk tampil bagus ketika berhadapan dengan tim-tim besar. Ia menyebut bahwa hal itu terjadi karena timnya lebih termotivasi dan lebih fokus menghadapi tim-tim itu ketimbang melawan tim kecil.

Matic percaya bahwa jika United bisa memiliki konsentrasi yang sama saat menghadapi tim-tim kecil, gelandang tim nasional Serbia tersebut merasa optimis jika timnya bisa finish di Zona Liga Champions.

“Ketika kami menghadapi tim besar, kami selalu memberikan segenap kemampuan kami di atas lapangan. Sementara di pertandingan-pertandingan kecil, kami tidak bisa begitu. Jika kami bisa membuat konsentrasi yang sama di pertandingan kecil seperti yang kami buat di partai-partai besar, maka kami akan lebih konsisten dan memenangkan lebih banyak pertandingan.”

Manchester United akan melakoni pertandingan tandang pada pekan ke-18 Premier League pekan ini. The Red Devils akan bertandang ke Vicarage Road, markas Watford pada hari Minggu (22 Desember 2019) malam nanti.

Embargo Transfer Dicabut, Lampard Tak Mau Buru-buru Belanja Pemain

Lampard Chelsea

Liga InggrisFrank Lampard tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan setelah kabar positif dicabutnya hukuman embargo transfer Chelsea. Menurut Lampard, membeli pemain bukanlah perkara mudah atau tinggal tunjuk begitu saja.

Jumat (6 Desember 2019), kabar gembira menghampiri Lampard dan Chelsea. Pengadilan Arbitrase Olahraga resmi memberi keringanan atas hukuman embargo transfer mereka. Singkatnya, The Blues sudah boleh merekrut pemain baru pada bursa transfer musim dingin bulan Januari 2020 nanti.

Keputusan itu jelas jadi kabar gembira untuk Lampard dan Chelsea. Dia sudah bekerja keras dengan pemain-pemain yang ada sejauh ini, tambahan beberapa pemain bintang jelas bakal membuat tugasnya jadi lebih mudah.

Walaupun demikian, Lampard ternyata tidak ingin kabar baik itu membuat timnya hilang fokus. Lampard tidak mau terburu-buru, Chelsea yang saat ini terbukti sudah cukup tangguh. Embargo transfer memang hukuman berat, tapi di sisi lain justru menguntungkan karena dia tidak perlu menghadapi tekanan terlalu besar.

“Alasan banyak orang memberikan pujian kepada kami musim ini mungkin karena mereka tidak menaruh ekspektasi tinggi pada kami dan kami harus memberikan pujian pada tim yang bekerja keras sekarang untuk bisa ada di posisi ini,” buka Frank Lampard dalam Berita Sepakbola Indonesia.

Frank Lampard pun menegaskan proses pembelian pemain tidak semudah yang diduga. Pria berkebangsaan Inggris ini memang pelatih, namun soal keputusan pembelian itu datang dari suara banyak pihak.

Lebih lanjut, Lampard yakin bahwa keputusan pencabutan hukuman embargo ini justru jadi tantangan baru. Chelsea sekarang sudah cukup baik, dia tidak boleh sampai merusak keharmonisan skuad hanya karena ingin merekrut pemain baru.

Gaya Hidup Wilfried Zaha Dengan Mobil Mewahnya

Fatimamartinezlopez.com – meski Ьегmаіn untuk tim medioker ӏіgа іnggгіѕ, Wilfried Zaha mempunyai ѕеӏега tіnggі soal kоӏеkѕі mobilnya уаng mencapai nominal 1 juta pound. Gауа glamor mеmаng lekat ԁеngаn pemain Sepak Bоӏа ԁі Eropa, tегmаѕυk Wilfried Zaha.

Tіԁаk hanya Cгіѕtіаnо Rоnаӏԁо dan Lionel Messi аtаυ Neymar уаng tегkеnаӏ dengan kеһіԁυраn mеwаһ Sebagai pesepak Bоӏа terkenal.

Wilfried Zaha ternyata juga memiliki selera tегѕеnԁігі ѕоаӏ gaya glamor dibandingkan ԁеngаn Cгіѕtіаnо Rоnаӏԁо аtаυ Messi.

Ha іtυ ԁіtυnјυkkаn dari kоӏеkѕі mobil mewah mіӏіk pesepak Bоӏа asal раntаі gading іtυ.

Dilansir Vatage Indonesia dari tһе Sυn, koleksi mоЬіӏ mеwаһ Wilfried Zaha total mencapai nіӏаі 1 juta pound atau setara dengan Rp 19 miliar.

gагаѕі kediaman mеwаһ Zaha Ьегіѕі 2 Lamborghini, Porsche, Range Rover, 2 Mercedes dan Rolls Royce.

mоЬіӏ-mobil tегѕеЬυt tіԁаk јагаng dipamerkan Zaha раԁа аkυn іnѕtаgгаm ргіЬаԁі.

Bегіkυt һагgа beberapa kоӏеkѕі mobil mеwаһ milik Wilfried Zaha.

1. Lamborghini Aventador ( 359 ribu pound/Rp 6,9 miliar)
2. Lamborghini Gallardo (250 ribu pound/Rp 4,8 miliar)
3. Mегсеԁеѕ G63 AMG (150 ribu pound/Rp 2,9 miliar)
4. Porshce Cayenne (65 ribu pound/Rр 1,3 miliar )
5. Range Rover Evoque (45 ribu pound/Rp 856 juta)
6. Mercedes S65 AMG ( 183 ribu pound/Rр 3,5 miliar)
7. Rolls Royce Wraith ( 3oo ribu pound/Rр 5,8 miliar )

koleksi yang cukup mengejutkan mеngіngаt Sang pemain һаnуа menerima υраһ 1,82 јυtа pound atau ѕеtага dengan Rp 34,8 miliar.

angka tегѕеЬυt jauh dibawah penghasilan Theo Walcot (3,64 јυtа pound) dan Luke Shaw (9,88 јυtа pound).

ѕеmраt bermain υntυk Manchester υnіtеԁ раԁа 2013 ӏаӏυ, Wilfried Zaha menjadi pemain yang terbuang dari Theatre оf Dream.

Wilfried Zaha juga ѕеmраt beberapa kаӏі dipinjamkan oleh Manchester υnіtеԁ hingga pada akhirnya Sаng pemain hijrah permanen kе Cгуѕtаӏ Palace pada 2015.

bersama the Eagles, Zaha mеnјаԁі Sosok pemain аnԁаӏаn pada lini depan tim asuhan Roy Hodgson.

wаӏаυрυn hingga kіnі Sang pemain belum mampu berkontribusi Ьаnуаk untuk timnya.

Crystal Palace masih berkutat di posisi kе-14 kӏаѕеmеn ѕеmеntага liga inggris 2018-2019.

ѕеmеntага itu Zaha Ьагυ menorehkan 3 gol ԁаn 2 assist dari 10 реnаmріӏаnnуа раԁа mυѕіm ini.

Giggs Anggap Daniel James Bisa Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo

daniel james MU

Liga Inggris – Mantan bintang Manchester United, Ryan Giggs, memberikan pujian setinggi langit kepada Daniel James. Giggs melihat pemain berusia 22 tahun tersebut sedang mereplikasi jejak Cristiano Ronaldo di Old Trafford.

James merupakan satu dari tiga pemain baru Manchester United yang dibawa ke Old Trafford pada musim panas kemarin. Ia dibajak dari klub divisi Championship, Swansea City, dengan mahar sebesar 18 juta poundsterling.

Dengan harga sebesar itu, mengingat pengalaman James yang masih belum banyak di kompetisi papan atas, dianggap sebagai sebuah perjudian yang cukup besar. Namun James berhasil membuktikan bahwa dirinya memang layak memperkuat klub sekelas Manchester United.

James sudah tampil dalam 11 pertandingan di ajang Premier League musim ini, dengan raihan tiga gol serta dua assist. Salah satu assistnya tercipta saat Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool pad bulan Oktober lalu.

Penampilan Daniel James sejauh ini membuat Giggs terkesima. Pria yang juga merupakan pelatih James di Tim nasional Wales mengaku teringat dengan Cristiano Ronaldo ketika baru pindah ke Manchester United beberapa tahun silam.

“Daniel James sering terjatuh namun bangkit lagi, membiarkan dia dan ingin mendapatkan bola kembali,” tutur Giggs, yang baru saja memanggil James untuk ikut membela tim nasional Wales melawan Azerbaijan dan Hungaria, seperti yang dikutip info bola terkini.

Giggs semakin yakin dengan kualitas James saat pemain tersebut sempat bertabrakan keras dengan pemain Tim nasional Kroasia, Domagoj Vida. Menurut mantan asisten pelatih MU ini, itu adalah bukti bahwa kehebatan James sudah diakui oleh banyak orang.

Performa Rashford Menurun, Solskjaer Beri Pembelaan

marcus-rashford

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pembelaan terhadap performa Marcus Rashford. Solskjaer yakin jika penyerang kesayangannya ini sudah berupaya keras untuk mencetak gol, namun ia kesulitan untuk mendapatkan bantuan di sektor penyerangan.

Satu bulan terakhir, nama Marcus Rashford mendapat kepercayaan dari Solskjaer untuk mengisi satu posisi di sektor penyerangan Manchester United. Ia menempati posisi itu setelah Anthony Martial mengalami cedera beberapa pekan yang lalu.

Namun selama satu bulan ini, Rashford gagal memenuhi ekspektasi. Ia kesulitan menciptakan peluang mencetak gol yang berarti, sehingga timnya gagal meraih kemenangan di beberapa pertandingan yang ia perkuat, sehingga ia mendapatkan hujan kritikan dari banyak arah.

Namun Solskjaer menegaskan jika masih memiliki kepercayaan penuh kepada sang striker. “Marcus Rashford terus menerus bekerja keras,” ujar Ole Gunnar Solskjaer kepada MUTV.

Solskjaer juga menilai bahwa ada satu faktor yang membuat Rashford tidak mampu mencetak gol karena ia tidak mendapatkan operan yang matang. Solskjaer juga menilai salah satu penyebab timnya gagal menang melawan Newcastle kemarin karena mereka mengawali pertandingan dengan sangat buruk.

Kekalahan di kandang Newcastle United di St James Park Stadium tersebut membuat peringkat Manchester United saat ini turun di klasemen sementara Premier League musim ini.

Paul Pogba dan rekan-rekannya untuk sementara masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara Premier League dengan raihan sembilan poin.

Solskjaer Bisa Buat Mason Greenwood Terpuruk, Kok Bisa?

mason greenwood mu

Seorang pengamat sepak bola Inggris, Paul Merson, memberi peringatan kepada manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer agar tidak merusak karir Mason Greenwood. Hal itu terjadi jika Solskjaer memaksa sang pemain tampil ketika tim sedang dalam performa buruk.

Mason Greenwood disebut sebagai sosok harapan bagi Manchester United. Di tengah performa tim yang masih angin-anginan, pemuda berusia 17 tahun tersebut mampu tampil gemilang setiap diberi kesempatan tampil.

Greenwood mencetak gol yang memberi United tiga poin pada pertandingan Liga Europa pekan lalu. The Red Devils menang dengan skor 1-0 atas Astana, melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Greenwood.

Menyusul cedera yang dialami oleh Marcus Rashford, United untuk sementara ini tidak punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Greewood pun diprediksi bakal menjadi pilihan utama di lini serang The Red Devils.

Mason Greenwood diprediksi akan ditampilkan pada pertandingan melawan Rochdale di Carabou Cup, Kamis (26 September 2019) dini hari WIB. Paul Merson akan sangat sepakat jika kondisi ini terjadi. Tetapi, tidak untuk pertandingan melawan Arsenal.

Dalam kesempatan yang sama, Paul Merson mengatakan bahwa kondisi Manchester United kini sedang tidak bagus. Kondisi ini bisa berakibat buruk. Sebab, jika Greenwood bermain buruk maka itu bisa berdampak pada kepercayaan dirinya.

Mason Greenwood bukan satu-satunya pemain depan yang bisa menjadi pilihan Ole Gunnar Solskjaer di sektor penyerangan. Sebab, mantan manajer Molde FK tersebut masih punya tiga nama lain untuk menjadi penyerang tengah.

Pada pertandingan melawan West Ham United, ketika Rashford mengalami cedera, Jesse Lingard ditempatkan di posisi penyerang tengah. Skema ini memang belum memberi hasil positif. Akan tetapi, skema ini patut untuk dicoba.

Selain itu, Solskjaer juga bisa memainkan Anthony Martial. Pemain asal Prancis tersebut disebut sudah sembuh dari cederanya. Martial bisa menjadi pilihan di sektor penyerangan. Solskjaer juga masih punya Tahith Chong yang bisa menjadi kejutan di sektor penyerangan.

Presiden Madrid Ungkap Susahnya Bajak Pogba dari MU

paul pogba

Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengakui bahwa mereka sudah berusaha mendatangkan Paul Pogba pada musim panas ini. Namun, transfer Paul Pogba sangat sulit karena sikap ngotot yang ditunjukkan oleh Manchester United.

Real Madrid punya reputasi sebagai salah satu klub yang bisa mendapatkan setiap pemain yang mereka incar. Walaupun demikian, ada pengecualian-pengecualian yang terbukti pada beberapa kasus.

Paul Pogba adalah salah satu dari beberapa contoh terbaru pengecualian tersebut. Sebelumnya, ada Robert Lewandowski yang juga sulit dibeli Madrid karena sikap ngotot dari Bayern Munchen.

Perez menegaskan bahwa dalam dua kasus tersebut, kedua klub menolak menjual sang pemain dengan alasan apapun. Perez menegaskan bahwa Madrid selalu menjaga hubungan baik dengan klub lain. Mereka tidak mau bernegosiasi diam-diam di punggung klub. Madrid hanya mau membeli pemain yang memang dijual.

“Ada beberapa pemain yang tidak dijual. Kami pernah mencoba mengejar Robert Lewandowski selama beberapa tahun dan tidak berhasil karena dia tidak terikat klausul dan Bayern Munchen tidak mau menjualnya. Tidak ada cara, dan kini hal yang sama terjadi pada Pogba. Ketika pemain-pemain tertentu dijual, kami bisa mengejar mereka” buka Perez kepada Marca.

Lebih lanjut, Perez juga bicara mengenai mimpi buruk Real Madrid musim lalu. Dia tahu persoalan utamanya terletak pada mentalitas dan karena itulah Madrid berusaha mendatangkan pemain-pemain terbaik.

Van Dijk Sabet Gelar Pemain Terbaik UEFA 2018/2019

virgil van dijk liverpool

Dua pemain sepakbola terbaik dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo lagi-lagi gagal melanjutkan dominasi mereka setelah Virgil van Dijk resmi menyabet gelar sebagai pemain terbaik UEFA musim 2018/2019.

Penghargaan ini diberikan kepada Van Dijk dalam acara undian penyisihan grup Liga Champions 2019/2020 yang diselenggarakan di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis (29 Agustus 2019) malam waktu setempat.

Van Dijk yang berhasil mengantarkan Liverpool juara Liga Champions musim lalu berhasil mengalahkan Messi dan Ronaldo, mengulangi prestasi Luka Modric yang melakukan hal serupa musim lalu.

Direkrut dengan harga yang sangat mahal dari Southampton, Van Dijk berhasil membuktikan kualitasnya sebagai bek kelas dunia dengan tampil impresif di jantung pertahanan Liverpool.

Selain berhasil menjadi juara Liga Champions dan Piala Super Eropa bersama Liverpool, Van Dijk juga berandil mengantarkan negaranya, tim nasional Belanda melaju hingga pertandingan final UEFA Nations League.

Di level kompetisi lokal, pemain yang juga sempat memperkuat FC Groningen ini juga menorehkan prestasi luar biasa dengan menyabet gelar pemain terbaik Premier League.

Selain Van Dijk, UEFA juga menganugerahkan gelar pemain terbaik wanita UEFA 2018/2019 kepada bek kanan Olympique Lyon Wanita asal Inggris, Lucy Brown. Lucy Brown pun berhak menjadi sosok asal Inggris pertama yang memenangi penghargaan ini.

Lucy Brown berjasa mengantarkan Olympique Lyon Wanita menjuarai Liga Champions Wanita musim lalu. Brown mengalahkan dua kandidat lainnya, yang semua merupakan rekan setimnya di Olympique Lyon Wanita, yakni Ada Hegerberg dan Amandine Henry.

Home | About Us | Copyright | Terms of UsePrivacy Policy | Contact Us