Performa Rashford Menurun, Solskjaer Beri Pembelaan

marcus-rashford

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pembelaan terhadap performa Marcus Rashford. Solskjaer yakin jika penyerang kesayangannya ini sudah berupaya keras untuk mencetak gol, namun ia kesulitan untuk mendapatkan bantuan di sektor penyerangan.

Satu bulan terakhir, nama Marcus Rashford mendapat kepercayaan dari Solskjaer untuk mengisi satu posisi di sektor penyerangan Manchester United. Ia menempati posisi itu setelah Anthony Martial mengalami cedera beberapa pekan yang lalu.

Namun selama satu bulan ini, Rashford gagal memenuhi ekspektasi. Ia kesulitan menciptakan peluang mencetak gol yang berarti, sehingga timnya gagal meraih kemenangan di beberapa pertandingan yang ia perkuat, sehingga ia mendapatkan hujan kritikan dari banyak arah.

Namun Solskjaer menegaskan jika masih memiliki kepercayaan penuh kepada sang striker. “Marcus Rashford terus menerus bekerja keras,” ujar Ole Gunnar Solskjaer kepada MUTV.

Solskjaer juga menilai bahwa ada satu faktor yang membuat Rashford tidak mampu mencetak gol karena ia tidak mendapatkan operan yang matang. Solskjaer juga menilai salah satu penyebab timnya gagal menang melawan Newcastle kemarin karena mereka mengawali pertandingan dengan sangat buruk.

Kekalahan di kandang Newcastle United di St James Park Stadium tersebut membuat peringkat Manchester United saat ini turun di klasemen sementara Premier League musim ini.

Paul Pogba dan rekan-rekannya untuk sementara masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara Premier League dengan raihan sembilan poin.

Solskjaer Bisa Buat Mason Greenwood Terpuruk, Kok Bisa?

mason greenwood mu

Seorang pengamat sepak bola Inggris, Paul Merson, memberi peringatan kepada manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer agar tidak merusak karir Mason Greenwood. Hal itu terjadi jika Solskjaer memaksa sang pemain tampil ketika tim sedang dalam performa buruk.

Mason Greenwood disebut sebagai sosok harapan bagi Manchester United. Di tengah performa tim yang masih angin-anginan, pemuda berusia 17 tahun tersebut mampu tampil gemilang setiap diberi kesempatan tampil.

Greenwood mencetak gol yang memberi United tiga poin pada pertandingan Liga Europa pekan lalu. The Red Devils menang dengan skor 1-0 atas Astana, melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Greenwood.

Menyusul cedera yang dialami oleh Marcus Rashford, United untuk sementara ini tidak punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Greewood pun diprediksi bakal menjadi pilihan utama di lini serang The Red Devils.

Mason Greenwood diprediksi akan ditampilkan pada pertandingan melawan Rochdale di Carabou Cup, Kamis (26 September 2019) dini hari WIB. Paul Merson akan sangat sepakat jika kondisi ini terjadi. Tetapi, tidak untuk pertandingan melawan Arsenal.

Dalam kesempatan yang sama, Paul Merson mengatakan bahwa kondisi Manchester United kini sedang tidak bagus. Kondisi ini bisa berakibat buruk. Sebab, jika Greenwood bermain buruk maka itu bisa berdampak pada kepercayaan dirinya.

Mason Greenwood bukan satu-satunya pemain depan yang bisa menjadi pilihan Ole Gunnar Solskjaer di sektor penyerangan. Sebab, mantan manajer Molde FK tersebut masih punya tiga nama lain untuk menjadi penyerang tengah.

Pada pertandingan melawan West Ham United, ketika Rashford mengalami cedera, Jesse Lingard ditempatkan di posisi penyerang tengah. Skema ini memang belum memberi hasil positif. Akan tetapi, skema ini patut untuk dicoba.

Selain itu, Solskjaer juga bisa memainkan Anthony Martial. Pemain asal Prancis tersebut disebut sudah sembuh dari cederanya. Martial bisa menjadi pilihan di sektor penyerangan. Solskjaer juga masih punya Tahith Chong yang bisa menjadi kejutan di sektor penyerangan.

Presiden Madrid Ungkap Susahnya Bajak Pogba dari MU

paul pogba

Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengakui bahwa mereka sudah berusaha mendatangkan Paul Pogba pada musim panas ini. Namun, transfer Paul Pogba sangat sulit karena sikap ngotot yang ditunjukkan oleh Manchester United.

Real Madrid punya reputasi sebagai salah satu klub yang bisa mendapatkan setiap pemain yang mereka incar. Walaupun demikian, ada pengecualian-pengecualian yang terbukti pada beberapa kasus.

Paul Pogba adalah salah satu dari beberapa contoh terbaru pengecualian tersebut. Sebelumnya, ada Robert Lewandowski yang juga sulit dibeli Madrid karena sikap ngotot dari Bayern Munchen.

Perez menegaskan bahwa dalam dua kasus tersebut, kedua klub menolak menjual sang pemain dengan alasan apapun. Perez menegaskan bahwa Madrid selalu menjaga hubungan baik dengan klub lain. Mereka tidak mau bernegosiasi diam-diam di punggung klub. Madrid hanya mau membeli pemain yang memang dijual.

“Ada beberapa pemain yang tidak dijual. Kami pernah mencoba mengejar Robert Lewandowski selama beberapa tahun dan tidak berhasil karena dia tidak terikat klausul dan Bayern Munchen tidak mau menjualnya. Tidak ada cara, dan kini hal yang sama terjadi pada Pogba. Ketika pemain-pemain tertentu dijual, kami bisa mengejar mereka” buka Perez kepada Marca.

Lebih lanjut, Perez juga bicara mengenai mimpi buruk Real Madrid musim lalu. Dia tahu persoalan utamanya terletak pada mentalitas dan karena itulah Madrid berusaha mendatangkan pemain-pemain terbaik.

Van Dijk Sabet Gelar Pemain Terbaik UEFA 2018/2019

virgil van dijk liverpool

Dua pemain sepakbola terbaik dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo lagi-lagi gagal melanjutkan dominasi mereka setelah Virgil van Dijk resmi menyabet gelar sebagai pemain terbaik UEFA musim 2018/2019.

Penghargaan ini diberikan kepada Van Dijk dalam acara undian penyisihan grup Liga Champions 2019/2020 yang diselenggarakan di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis (29 Agustus 2019) malam waktu setempat.

Van Dijk yang berhasil mengantarkan Liverpool juara Liga Champions musim lalu berhasil mengalahkan Messi dan Ronaldo, mengulangi prestasi Luka Modric yang melakukan hal serupa musim lalu.

Direkrut dengan harga yang sangat mahal dari Southampton, Van Dijk berhasil membuktikan kualitasnya sebagai bek kelas dunia dengan tampil impresif di jantung pertahanan Liverpool.

Selain berhasil menjadi juara Liga Champions dan Piala Super Eropa bersama Liverpool, Van Dijk juga berandil mengantarkan negaranya, tim nasional Belanda melaju hingga pertandingan final UEFA Nations League.

Di level kompetisi lokal, pemain yang juga sempat memperkuat FC Groningen ini juga menorehkan prestasi luar biasa dengan menyabet gelar pemain terbaik Premier League.

Selain Van Dijk, UEFA juga menganugerahkan gelar pemain terbaik wanita UEFA 2018/2019 kepada bek kanan Olympique Lyon Wanita asal Inggris, Lucy Brown. Lucy Brown pun berhak menjadi sosok asal Inggris pertama yang memenangi penghargaan ini.

Lucy Brown berjasa mengantarkan Olympique Lyon Wanita menjuarai Liga Champions Wanita musim lalu. Brown mengalahkan dua kandidat lainnya, yang semua merupakan rekan setimnya di Olympique Lyon Wanita, yakni Ada Hegerberg dan Amandine Henry.

Home | About Us | Copyright | Terms of UsePrivacy Policy | Contact Us