Giggs Anggap Daniel James Bisa Ikuti Jejak Cristiano Ronaldo

daniel james MU

Liga Inggris – Mantan bintang Manchester United, Ryan Giggs, memberikan pujian setinggi langit kepada Daniel James. Giggs melihat pemain berusia 22 tahun tersebut sedang mereplikasi jejak Cristiano Ronaldo di Old Trafford.

James merupakan satu dari tiga pemain baru Manchester United yang dibawa ke Old Trafford pada musim panas kemarin. Ia dibajak dari klub divisi Championship, Swansea City, dengan mahar sebesar 18 juta poundsterling.

Dengan harga sebesar itu, mengingat pengalaman James yang masih belum banyak di kompetisi papan atas, dianggap sebagai sebuah perjudian yang cukup besar. Namun James berhasil membuktikan bahwa dirinya memang layak memperkuat klub sekelas Manchester United.

James sudah tampil dalam 11 pertandingan di ajang Premier League musim ini, dengan raihan tiga gol serta dua assist. Salah satu assistnya tercipta saat Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool pad bulan Oktober lalu.

Penampilan Daniel James sejauh ini membuat Giggs terkesima. Pria yang juga merupakan pelatih James di Tim nasional Wales mengaku teringat dengan Cristiano Ronaldo ketika baru pindah ke Manchester United beberapa tahun silam.

“Daniel James sering terjatuh namun bangkit lagi, membiarkan dia dan ingin mendapatkan bola kembali,” tutur Giggs, yang baru saja memanggil James untuk ikut membela tim nasional Wales melawan Azerbaijan dan Hungaria, seperti yang dikutip info bola terkini.

Giggs semakin yakin dengan kualitas James saat pemain tersebut sempat bertabrakan keras dengan pemain Tim nasional Kroasia, Domagoj Vida. Menurut mantan asisten pelatih MU ini, itu adalah bukti bahwa kehebatan James sudah diakui oleh banyak orang.

Performa Rashford Menurun, Solskjaer Beri Pembelaan

marcus-rashford

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pembelaan terhadap performa Marcus Rashford. Solskjaer yakin jika penyerang kesayangannya ini sudah berupaya keras untuk mencetak gol, namun ia kesulitan untuk mendapatkan bantuan di sektor penyerangan.

Satu bulan terakhir, nama Marcus Rashford mendapat kepercayaan dari Solskjaer untuk mengisi satu posisi di sektor penyerangan Manchester United. Ia menempati posisi itu setelah Anthony Martial mengalami cedera beberapa pekan yang lalu.

Namun selama satu bulan ini, Rashford gagal memenuhi ekspektasi. Ia kesulitan menciptakan peluang mencetak gol yang berarti, sehingga timnya gagal meraih kemenangan di beberapa pertandingan yang ia perkuat, sehingga ia mendapatkan hujan kritikan dari banyak arah.

Namun Solskjaer menegaskan jika masih memiliki kepercayaan penuh kepada sang striker. “Marcus Rashford terus menerus bekerja keras,” ujar Ole Gunnar Solskjaer kepada MUTV.

Solskjaer juga menilai bahwa ada satu faktor yang membuat Rashford tidak mampu mencetak gol karena ia tidak mendapatkan operan yang matang. Solskjaer juga menilai salah satu penyebab timnya gagal menang melawan Newcastle kemarin karena mereka mengawali pertandingan dengan sangat buruk.

Kekalahan di kandang Newcastle United di St James Park Stadium tersebut membuat peringkat Manchester United saat ini turun di klasemen sementara Premier League musim ini.

Paul Pogba dan rekan-rekannya untuk sementara masih tertahan di peringkat 12 klasemen sementara Premier League dengan raihan sembilan poin.

Solskjaer Bisa Buat Mason Greenwood Terpuruk, Kok Bisa?

mason greenwood mu

Seorang pengamat sepak bola Inggris, Paul Merson, memberi peringatan kepada manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer agar tidak merusak karir Mason Greenwood. Hal itu terjadi jika Solskjaer memaksa sang pemain tampil ketika tim sedang dalam performa buruk.

Mason Greenwood disebut sebagai sosok harapan bagi Manchester United. Di tengah performa tim yang masih angin-anginan, pemuda berusia 17 tahun tersebut mampu tampil gemilang setiap diberi kesempatan tampil.

Greenwood mencetak gol yang memberi United tiga poin pada pertandingan Liga Europa pekan lalu. The Red Devils menang dengan skor 1-0 atas Astana, melalui gol semata wayang yang dicetak oleh Greenwood.

Menyusul cedera yang dialami oleh Marcus Rashford, United untuk sementara ini tidak punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Greewood pun diprediksi bakal menjadi pilihan utama di lini serang The Red Devils.

Mason Greenwood diprediksi akan ditampilkan pada pertandingan melawan Rochdale di Carabou Cup, Kamis (26 September 2019) dini hari WIB. Paul Merson akan sangat sepakat jika kondisi ini terjadi. Tetapi, tidak untuk pertandingan melawan Arsenal.

Dalam kesempatan yang sama, Paul Merson mengatakan bahwa kondisi Manchester United kini sedang tidak bagus. Kondisi ini bisa berakibat buruk. Sebab, jika Greenwood bermain buruk maka itu bisa berdampak pada kepercayaan dirinya.

Mason Greenwood bukan satu-satunya pemain depan yang bisa menjadi pilihan Ole Gunnar Solskjaer di sektor penyerangan. Sebab, mantan manajer Molde FK tersebut masih punya tiga nama lain untuk menjadi penyerang tengah.

Pada pertandingan melawan West Ham United, ketika Rashford mengalami cedera, Jesse Lingard ditempatkan di posisi penyerang tengah. Skema ini memang belum memberi hasil positif. Akan tetapi, skema ini patut untuk dicoba.

Selain itu, Solskjaer juga bisa memainkan Anthony Martial. Pemain asal Prancis tersebut disebut sudah sembuh dari cederanya. Martial bisa menjadi pilihan di sektor penyerangan. Solskjaer juga masih punya Tahith Chong yang bisa menjadi kejutan di sektor penyerangan.

Nicolas Pepe Tak Pantas Dihargai Tinggi

nicolas pepe

Pemain incaran Manchester United dan Liverpool, Nicolas Pepe dinilai tidak pantas dihargai begitu tinggi. Lille OSC hanya berusaha mengadu klub-klub yang berminat merekrut Pepe.

Berusia 24 tahun, Pepe merupakan salah satu target paling panas pada bursa transfer musim panas ini. Selain dua tim tersebut, ada Arsenal dan Inter Milan yang juga berminat dengan pemain berkebangsaan Perancis ini.

Walaupun demikian, ujung transfer ini belum terlihat. Lille OSC masih bertahan pada harga tinggi sekitar 80 juta euro. Tentu klub-klub yang tertarik jadi berpikir dua kali. Kini, muncul pertanyaan apakah Pepe layak dihargai sedemikian mahal?

Tidak Layak
Analis sepak bola asal Prancis, Jonathan Johnson merasa bahwa Nicolas Pepe sebenarnya kurang layak dihargai sedemikian mahal. Kepada Sky Sports, Johnson menjelaskan nilai Pepe masih berada di bawah permintaan Lille OSC.

“Satu hal yang jarang dibahas ketika bicara soal Pepe adalah fakta bahwa Lille OSC meminta banyak uang untuk pemain yang saya kira tidak pantas memperoleh label harga sedemikian besar. 80 juta euro terlalu banyak untuk pemain seperti dia. Saya menilai dia lebih tepat di angka 50 juta euro, saya rasa paling tinggi seharusnya 60 juta euro.” kata Jonathan Johnson.

Negosiasi
Sebab itu, sampai ini drama transfer Pepe ini masih belum jelas. Johnson yakin Lille OSC mulai kerepotan menghadapi tawaran-tawaran klub peminat yang cenderung lebih rendah dari harga yang mereka pasang.

“Saya kira ada banyak klub-klub yang berminat dengan dia (Nicolas Pepe) sepertinya berpikir demikian dan berusaha bernegosiasi untuk menurunkan harga tersebut,” demikian kata Jonathan Johnson mengakhiri pembicaraan.

Terungkap! Ini Sebab Perselisihan Mourinho Dengan Pogba

Pogba VS Mourinho

Belum banyak yang tahu apa yang membuat Jose Mourinho berselisih dengan Paul Pogba di Manchester United dulu. Dan beberapa waktu lalu, pelatih asal Portugal tersebut membongkar semua cerita yang belum diketahui oleh publik.

Hubungan Mourinho dan Pogba dikabarkan memburuk, terlebih setelah ban wakil kapten Pogba dicabut oleh Mourinho. Padahal, Mourinho sendiri yang menyerahkan jabatan tersebut kepada gelandang asal Prancis itu.

Setelahnya, berbagai rumor menyebutkan bahwa salah satu di antara keduanya akan angka koper dari Old Trafford. Rumor tersebut akhinrya memberikan jawaban pasti. Per bulan Desember lalu, Jose Mourinho tidak lagi berstatus sebagai pelatih Manchester United.

Kisah Mourinho Soal Pogba
Publik mencoba menerka apa alasan yang membuat Mourinho berselisih dengan Pogba, hingga akhirnya menimbulkan banyak dugaan. Salah satunya adalah tingkah sang pemain yang terlihat menertawakan kekalahan Manchester United atas Derby di ajang Carabao Cup.

Namun ternyata, bukan itu alasan utama Mourinho kesal dengan Pogba. Dalam sebuah seminar kepelatihan di Portugal, mantan manajer Inter Milan tersebut membongkar cerita dibalik permusuhannya dengan sang pemain.

“Kami akan bermain di tempat sejauh 30 kilometer dari Manchester dan seorang pemain meminta untuk pulang lebih dulu ke Manchester setelah pertandingan kemudian dia langsung pergi sendirian,” ungkap Jose Mourinho seperti yang dilansir dari Goal.

Yang Mulia Pogba Membangkang
Setelah berkata seperti itu, menurut cerita Mourinho, Pogba masih kesal. Mantan pemain Juventus itu malah melanggar permintaan Mourinho lalu kemudian pergi menggunakan mobil Rolls Royce miliknya sendirian.

“Yang Mulia Paul Pogba, di ruang ganti, masih terlihat kesal. Saya pergi ke konferensi pers kemudian saat saya tiba di bus milik tim, sebuah Rolls-Royce dengan sopirnya terparkir di samping bus,” sambungnya.

Akhir kata, Mourinho didepak dari Old Trafford kemudian posisi pelatih diisi Ole Gunnar Solskjaer. Sejak saat itu, performa Pogba menanjak seiring dengan perkembangan apik dari hasil yang diraih oleh The Red Devils.

Home | About Us | Copyright | Terms of UsePrivacy Policy | Contact Us